Hei kamu. Iya kamu yang lagi aku tulis di blog tersayang ini
Kamu apa kabar? Baik-baik aja kan?
Hei kamu! Kamu tahu nggak kalo aku kangen sama kamu? Kangen banget! Padahal baru beberapa hari kita ga ketemu :')
Ya, mungkin hati kamu sudah dengan yang lain, tapi hati aku masih tetep aja di kamu
Aku sendiri nggak ngerti kenapa. Tapi mungkin karena kamu terlalu special di hati ini sampai-sampai nggak ada yang bisa gantiin
Padahal banyak kamu, kamu lain yang datang di kehidupan aku. Tapi tetep aja aku maunya cuma kamu. Seperti aku bilang tadi... hati aku masih tetap di kamu. Aku terlalu pemilih, karena maunya cuma kamu
Hei, kamu inget nggak pertama kali kita ketemu? Waktu itu aku cuma iseng-iseng aja suka sama kamu. Sebagai motivasi. Kamu terlihat paling biasa saat itu. Tidak macam-macam. Tapi justru itu yang membuat kamu menarik. Kamu ramah, kamu baik, kamu pintar, dan itu yang membuat aku semakin suka kamu.
Tanpa sadar, aku semakin tertarik padamu. Tertarik pada sorot matamu yang teduh hingga menentramkan hati. Terpesona pada beratnya suaramu saat bicara padaku. Aku... semakin menyukaimu.
Seiring berjalannya waktu, rasa itu timbul tenggelam. Kadang rasa itu bertambah, tetapi kadang rasa itu hilang begitu saja. Apalagi setelah aku tahu sesuatu. Aku jadi semakin ingin menghilangkan rasaku padamu. Tapi sulit. Dan aku memutuskan untuk menyukaimu... hanya dari jauh. Tanpa kau ketahui. Dan tanpa sadar, aku menikmatinya. Rasanya menyenangkan bisa selalu dekat denganmu. Tanpa kau tahu perasaan ini sebenarnya. Hingga aku merasa lebih leluasa saat bercanda denganmu
Tapi, semuanya berbeda. Ya... saat kau mulai memberiku harapan. Harapan palsu tepatnya. Ya, mungkin aku berlebihan, tapi aku memang merasa kau memberiku harapan. Sikapmu mulai berubah terhadapku. Kau mulai mengirimkan pesan-pesan singkat yang aneh. Dan aku merasa kau juga menyukaiku. Aku semakin yakin ketika temanmu memberi sinyal-sinyal padaku. Saat itu akupun mulai berharap.
Tapi, harapan itu musnah ketika kau tidak lagi mengirimkan pesan-pesan singkat padaku. Saat aku juga merasa canggung jika berhadapan denganmu. Apalagi saat terakhir kali kita bertemu, kita bahkan seperti orang tidak kenal. Dan sepertinya kau pun mulai tahu aku menyukaimu. Aku benci hal itu. Hal yang membuat semuanya berbeda. Berubah.
Dan secara sadar, aku merindukan kita yang dulu. Kamu yang dulu. Kamu yang hanya dapat kutatap dari jauh. Kamu yang bisa bercanda tawa denganku dengan santai tanpa takut melukai perasaan masing-masing. Kamu yang tidak tahu bahwa aku SANGAT menyukaimu. Kamu yang kusukai secara diam-diam. Yah... aku merindukan itu.
Entah apa yang akan terjadi bila kita bertemu suatu hari nanti. Aku berharap semoga kita akan baik-baik saja. Kamu akan melupakan perasaanku padamu, begitu pula aku yang akan melupakan perasaanmu padaku. Sekarang aku menyadari, bahwa aku tak pantas berharap lebih padamu. Aku hanya bisa berharap kita bisa menjadi teman. Bahkan sahabat. Hanya itu. Tidak lebih dan tidak kurang. :-)
Tertanda
Aku yAng merindukAnmu :)



